Showing posts with label WEDDING BIOGRAPHY. Show all posts
Showing posts with label WEDDING BIOGRAPHY. Show all posts

Tuesday, October 26, 2010

TRADITIONAL WEDDING IN INDONESIA "EXPLORE THE BEAUTY OF MANADO" (PART 2)

 
There is still much beauty from "Manado" that we will discuss in part 2 of this. Talking about my hometown makes me more proud of my birthplace town as part of the cultural wealth in the homeland Indonesia, because my ancestors came from tribes bantik as one sub-ethnic group of Minahasa

Masih banyak keindahan dari "Manado" yang akan kita bicarakan pada part 2 ini. Membicarakan kota kelahiran saya membuat saya semakin bangga akan kota tempat kelahiran saya sebagai bagian dari kekayaaan budaya di tanah air indonesia, karena nenek moyang saya berasal dari suku bangsa bantik sebagai salah satu sub suku bangsa dari minahasa.

Wednesday, October 20, 2010

October Wedding Biography: Unique Wedding Xie Qiyun and Wu Zun "World's Longest Wedding Gown" 15 October 2007

October Wedding Biography: Unique Wedding Xie Qiyun and Wu Zun "World's Longest Wedding Gown" 15 October 2007.

Biografi Pernikahan Oktober : Pernikahan Unik Xie Qiyun dan Wu Zun "Gaun Pengantin Terpanjang di Dunia" 15 oktober 2007.

When two beings met and fell in love, then marriage is a sacred place where the promise of forever loyal to each other faithfully until death is professed by the couple.Obviously this is a very special moment, the day which is not forgotten, became King and Queen of the day. Every bride dreams of a special celebration on her wedding day, one of which is a beautiful wedding dress and elegant.

Monday, October 18, 2010

October wedding Biography: Arie & Kim Unique Wedding "Marriage under the sea of Bunaken "

October wedding Biography : Unique Wedding "Marriage under the sea Bunaken" Arie & Kim really unique wedding. However, the underwater scenery of Bunaken is very beautiful, colorful coral reefs and fish that is so amazing. The beauty of Bunaken marine park is already recognized by the world and included in the list of the most beautiful marine park in the world.
Biografi pernikahan oktober : Pernikahan Unik "Menikah dibawah laut bunaken" Arie & Kim bener-bener pernikahan yang unik. Tapi, pemandangan bawah laut Bunaken memang sangat indah , warna-warni terumbu karang dan ikan yang ada begitu menakjubkan. Keindahan taman laut Bunaken ini memang sudah diakui oleh dunia dan termasuk dalam daftar taman laut tercantik di dunia.

Thursday, October 14, 2010

THE WORLD "UNIQUE WEDDING" (PART 1)


Indian weddings are very bright events, filled with ritual and celebration, that continue for several days. They are not small affairs,anywhere between 100-10000 people attending (many of whom are unknown to the bride and groom)[citation needed]. Though most Indian marriages are arranged, some couples in urban areas have love marriages. The true Indian wedding is about two families getting wedded socially with much less emphasis on the individuals involved.


Romantic Wedding "Saying I LOVE U" with 99.999 red roses

A groom in Chongqing certainly rose to the occasion when he decided to give his bride a big day she'd never forget.

Xiao Wang blew a year's salary on buying 99,999 red roses for bride Xiao Liu at their wedding. The number 999 is considered to be an auspicious omen.

October Wedding Biography : Bill & Hillary were married on October 11, 1975 (Part 2)


Quotes About Bill and Hillary's Marriage:
Tim Dowling: "If the rumours are to be believed, Bill and Hillary Clinton are in love. No, I mean with each other. Recently, the US secretary of state and the former president have been seen holding hands at the Cafe Carlyle in New York, only to be spotted a few days later walking together, again hand in hand, down a street in Washington."

Source: Tim Dowling. "When Bill Met Hillary -- a love story for our times?" Guardian.co.uk. 4/28/09.

Wednesday, October 13, 2010

October Wedding Biography : Bill & Hillary were married on October 11, 1975 (Part 1)

How they met: Bill and Hillary met in 1970 at the Yale University law school library. Hillary noticed Bill looking over at her, and eventually she walked up to him and said, “If you’re going to keep looking at me, and I’m going to keep looking back, we might as well be introduced.” Bill was so nervous at the time, he forgot his own name. A few days later, the couple went on their first date — to an art gallery exhibiting Mark Rothko.

Monday, January 18, 2010

Biografi Pernikahan Januari



Andalkan Resep Saling Memberi
"William Soeryadjaya dan Lily Anwar"
15 Januari 1974, Bandung

Tanggal 15 Januari merupakan tanggal bersejarah untuk pasangan William Soeryadjaya dan Lily Anwar. Pasangan taipan yang menikah di Bandung tahun 1947 itu merayakan ulang tahun pernikahan yang ke-60. Kepada Pembaruan, mereka membagi nostalgia cinta di masa silam.

William adalah anak kedua dari enam bersaudara. Namun dalam keluarga, dia anak laki-laki tertua. Ketika masih kecil, dia sudah menjadi yatim piatu. Itulah sebabnya Wiliam alias Tjia Kian Liong tumbuh menjadi pria dewasa dan mandiri.

Saat masih sekolah di HCZS, sekolah dasar pada masa penjajahan Belanda, di Kadipaten, William kecil sempat tak naik kelas. Berkat ketekunan, dia dapat melanjutkan pendidikan ke MULO, sekolah tingkat lanjutan pertama, di Cirebon. Namun lagi-lagi, William tinggal kelas. Dari seluruh pelajaran, dia lebih menyukai ekonomi dan tata buku. Kelak, dua pelajaran itulah menunjukkan bakatnya membangun usaha.

Bulan Oktober 1934, ayahnya dipanggil menghadap Yang Kuasa. Awan duka belum hilang ketika ibu tercinta menyusul kepergian almarhum ayahnya pada Desember 1934. Sebagai anak laki-laki tertua, William melanjutkan usaha mendiang ayah berjualan hasil bumi. Bakat berdagang sang ayah rupanya menurun kuat pada William.

Beberapa tahun kemudian, William pindah ke Bandung, Jawa Barat. Di Kota Kembang itulah, pria kelahiran Majalengka, 20 Desember 1922 ini, menemukan jodohnya. Seorang gadis Tionghoa bernama Lily Anwar memikat hatinya. Kelak, gadis itulah yang menjadi pasangan hidupnya hingga kini di usia 85 tahun.

"Kami bertemu di Bandung sekitar tahun 1943. Waktu itu, Lily adalah anggota Chinese Red Cross yang diketuai Om Dollar, ayah mertua dari Rudi Hartono (pebulutangkis, Red)," ia mengenang.

Ketika bertemu Lily seolah langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. Berikutnya, mereka kerap bertemu saat kegiatan Chinese Red Cross berlangsung. Setelah menjalin hubungan selama beberapa tahun, mereka memutuskan untuk serius. Pada usia 24 tahun, William menikahi Lily yang ketika itu hanya terpaut usia satu tahun. Sekalipun keamanan sedang tidak kondusif, William nekat menikahi sang kekasih.

"Begitu kami bertemu dan bertatap pandang, kami pun sama-sama jatuh cinta. Cinta pada pandangan pertama. Gadis itu lincah, cantik, dan menarik. Menurut cerita teman, dia banyak yang naksir," katanya.

Nikah Tanpa Tamu
Tampaknya Lily memang telah mencuri hati William. Di masa muda, Lily memang gadis supel yang pandai bergaul. Terus terang, William terpikat karena Lily cantik dan menarik. Pada 15 Januari 1947, mereka menikah secara sangat sederhana. Bahkan, William tidak melakukan proses lamaran.

"Kami ke kantor catatan sipil naik becak. Kami menikah tanpa dihadiri tamu undangan. Kami pun hanya mengenakan baju biasa saja. Benar-benar sangat sederhana. Tidak ada tukang potret yang hadir, itu sebabnya kami tidak punya potret pernikahan. Setelah selesai nikah, kami pulang ke Jalan Merdeka naik becak lagi," ia menambahkan.

Dari pernikahan itu, pasangan William dan Lily dikaruniai empat anak yakni Edward (21 Mei 1948), Edwin (17 Juli 1942), Joyce (14 Agustus 1950), dan Judith (14 Februari 1952). Kini, mereka sudah memiliki 10 cucu dan satu cicit. Dalam waktu dekat, salah seorang cucu akan melangsungkan pernikahan.

"Dia pandai mengurus dan mendidik anak-anak. Dia juga berani berkorban untuk membela anak-anak dan suka menolong orang- orang yang kekurangan. Hal seperti itu kerap mengharukan saya," puji William untuk istrinya.

Belum dua minggu menikah, William pergi ke Belanda dan terpaksa meninggalkan Lily di Bandung. Beruntung kemudian, Lily bisa menyusul. Tahun 1948, ketika Edward lahir, William dan Lily hidup dari berjualan kacang dan rokok paket kiriman dari Bandung. Meskipun tak punya uang banyak, mereka masih dapat menyewa satu kamar di salah satu hotel di Amsterdam.

Suatu ketika, mereka melakukan perjalanan ke Basell, Swiss. Dengan tiket yang dibeli dari hasil berjualan, mereka menumpang kereta api. Dalam perjalanan selama satu minggu itu, William, Lily, dan si mungil Edward, hanya makan roti, bubur, dan susu untuk berhemat. Hingga akhirnya, William memutuskan kembali ke Indonesia pada Februari 1949. Kenangan-kenangan seperti itulah yang makin melekatkan hubungan kasih William dan Lily.

Di atas kapal laut yang membawa mereka pulang, William kembali mengalami kejadian yang cukup menakutkan. Si kecil Edward yang gemar makan cokelat tiba-tiba tersedak. Sampai-sampai tidak bisa bernapas. William sempat panik dan kebingungan, namun Lily tetap tenang dan sigap.

"Edward cepat-cepat dijungkalkan ibunya. Punggungnya ditepuk-tepuk dengan keras. Cokelat itu akhirnya bisa keluar. Namun kejadian mencemaskan itu tidak bisa saya lupakan," kenang tokoh pendiri perusahaan Astra itu.


Resep Langgeng
William menyebutkan resep kelanggengan rumah tangganya adalah hanya kemauan untuk saling memberi. Itulah sebabnya, kadang mereka sering bepergian bersama. Meskipun tidak terlalu mahir, Lily dulu cukup sering menemani William saat bermain tenis. Namun hubungan mereka bukan selalu harmonis. Bak dalam sinetron, kadang mereka juga bertengkar sebagaimana layaknya suami istri.

"Paling-paling ribut soal anak. Yang nakal, anak yang paling tua.

Tapi biasa saja, kalau tidak ribut itu bukan perkawinan. Kalau dia sedang marah, saya pergi saja daripada berkelahi," kelakar kakek berusia 85 tahun yang masih gemar makan sate kambing dan durian itu.

Menurut Lily, resep menjaga keharmonisan rumah tangganya selama 60 tahun adalah berupaya saling memahami antara suami dan istri. Sebagai pasangan, mereka harus bekerja sama. Itulah sebabnya, permintaan suami sedapat mungkin ditindaklanjuti. Begitu pula sebaliknya.

"Dasarnya jangan melanggar asas kepercayaan. Suami dan istri haruslah saling mempercayai. Tentu saja, kita juga harus mengikuti ajaran yang telah ditetapkan Tuhan. Walaupun dididik orangtua untuk hidup mandiri dan hidup berdikari, dalam ikatan pernikahan sesuai nilai aturan kehidupan berkeluarga, saya tetap mengacu dan bekerja sama dengan suami," tutur wanita kelahiran Bandung yang pernah mengelola perusahaan batik orangtuanya di Yogyakarta.

Lily menambahkan suami istri harus saling bertanggung jawab dan bersama -sama merawat anak. Sebagai istri, dia memang lebih banyak membantu mengurusi anak-anak, karena suami sibuk dalam mengurus pekerjaannya. Tetapi Lily sangat berterima kasih kepada Tuhan, karena kerja keras sang suami akhirnya bisa membangun perusahaan seperti Astra dan memberikan lapangan pekerjaan bagi banyak orang.

"Kehidupan merupakan anugerah dari Tuhan dan kami berupaya untuk hidup sesuai dengan ajaran kristiani dalam keluarga, walaupun itu tidak mudah! Kami tetap harus mengucapkan syukur kepada Tuhan pada masa suka dan masa sulit," ia menambahkan.

Hingga kini, William dan Lily masih senang bepergian. Bahkan Lily cukup sering bepergian sendiri atau dengan teman. Sehari-hari, mereka nyaris tak pernah bisa tinggal diam. William dan Lily kerap mendatangi kantor di bilangan Jalan Sudirman. Tepat 15 Januari ini, mereka akan merayakan pesta pernikahan di sebuah hotel di Jakarta.

"Sebetulnya kami tidak aware bahwa mau dirayakan 60 tahun perkawinan. Sesungguhnya semua ini tidak lain adalah pemberian Tuhan semata. Dari mana lagi, kita mengharapkan sesuatu kalau bukan dari Tuhan? Maka dari itu kita mesti bersyukur," sambung William. [Pembaruan, 15 Januari 2007/Unggul Wirawan dan Willy Hangguman] ►e-ti

*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)

Popular Posts